Sambut Hari Donor Darah Sedunia, Managemen RSUD Bulukumba Ajak Masyarakat Donor Darah

BULUKUMBA, INFOTANEWS.COM – Setiap 14 Juni diperingati sebagai Hari Donor Darah Sedunia. Mendonorkan darah tidak hanya bermanfaat untuk mereka yang membutuhkan darah itu. Tapi sebagai pendonorpun turut mendapatkan manfaat besar ketika rutin mendonorkan darah.

Hal itu di ungkapkan, Aidil seorang tenaga security pada Rsud H. Andi Sulthan Daeng Radja Bulukumba, Sulawesi Selatan.

Menurutnya, setelah melakukan atau mendonorkan darah terkadang ada perasaan sakit. Namun Percayalah, sakit dan lelah yang dirasakan itu hanyalah perasaan sesaat saja.

“Setelah itu akan banyak manfaat kesehatan yang akan segera dirasakan setelah mendonorkan darah”. Ungkap Aidil, Rabu (12/6/2019).

Aidil yang sudah ke-empat kalinya melakukan donor darah, mengungkapkan sudah begitu banyak manfaat yang dirasakan dari aksi sosialnya tersebut.

“Rasanya badan terasa semakin sehat dan ringan, sehingga nyaman dalam melakukan aktivitas. Apalagi seorang security rumah sakit yang membutuhkan energi besar,” imbuhnya.

Sementara itu, Koordinator BDRS dan Pengelola Unit Transfusi Darah (UTD) Bank Darah Rumah Sakit (BDRS) Rsud H. Andi Sulthan Daeng Radja. Hj.Najmawati Safiuddin, SKM, mengungkapkan bahwa memang begitu banyak manfaat yang dirasakan bagi pendonor khususnya bagi mereka yang sudah rutin melakukan donor darah.

Sebab menurutnya, donor darah yang dilakukan dapat meningkatkan produksi darah atau merangsang pembentukan sel-sel darah baru.

“Aya donor darah, sehingga akan membantu tubuh untuk tetap sehat dan bekerja lebih baik dan efisien,” kata Hj.Wati, Rabu (12/6/2019).

Selain itu, banyak lagi manfaat yang dapat dirasakan. Bahkan katanya, donor darah dapat menghindarkan seseorang dari penyakit berat, seperti penyakit jantung, dan menurunkan resiko kanker.

Bahkan lebih jauh, Hj. Wati yang juga Koordinator Laboratorium RSUD Bulukumba, menyebut bahwa donor darah adalah merupakan bagian dari pemeriksaan kesehatan.

Karena sebelum darah diambil, pendonor harus melalui beberapa tahap pemeriksaan kesehatan diantaranya seperti pengecekan tekanan darah, dan denyut nadi.

“Bahkan setelah darahnya diambilpun tidak langsung digunakan, tetapi harus melalui pemeriksaan laboratorium, dan jika darah tersebut dinyatakan sehat barulah darah itu digunakan. Secara otomatis pendonor tersebut dalam keadaan sehat, artinya tidak ada penyakit serius yang mengganggu kondisi tubuhnya,” jelasnya. (*)

Editor : Redaksi

Leave a Reply