Anak Alhmarhum AH Tidak Yakin Orang Tuanya Positif Covid-19

BULUKUMBA, INFOTANEWS.COM – Pasien PDP meninggal Jumat, 26 Juni sekira pukul 10.22 wita. Hasil swabnya keluar dihari yang sama dan dinyatakan positif covid 19.

“Iya betul meninggal positif. Pasien ini memang rentan karena sakit dan sudah tua. Alhamrhum berinisial AH beralamat di Jln.Nenas. Almarahum recananya akan dimakamkan secara protap covid 19 di Dusun Parrunge, Desa Manjalling Kecamatan Ujung Loe,” kata Daud Kahal, kemarin.

Menanggapi hal tersebut, keluarga almarhum yang merupakan anaknya, Zul Adji, mengklarifikasi, bahwa kasus kematian ayahnya bukan karena positif Covid 19.

“Saya merasa tidak yakin 100% kalau orang tua saya ini positif covid-19. Karena orang tua kami sudah 1 tahun lebih tinggal di rumah. Karena sakitnya semakin parah dan sudah mengonsumsi obat tiap harinya sudah 10 tahun lebih. Selain itu orang tua kami ini cuma aktifitas di rumah saja, tidak pernah keluar rumah,” ungkap Zul Adji.

Secara kebetulan ada anak dari orang tuanya satu tinggal yang lagi di karantina mandiri di rumah (dikamar terus tanpa beraktifitas luar kamar) itupun lagi hasil swab nya negatif.

“Kami membawa bapak kerumah sakit karena sesak yang biasa orang tua kami alami selama sakit, biasanya kalau sesak anaknya yang lagi dikarantina tau obat dan caranya untuk mengobatinya tapi saat itu anaknya lagi karantina dan tidak ingin dekat dengan orang tuanya, makanya untuk menjaga hal yang buruk maka di bawalah kerumah sakit,” jelasnya.

Sesampainya di rumah sakit orang tuanya langsung di tempatkan di ruang khusus untuk penanganan covid-19, karena kami menjelaskan kronologisnya dan tentang anaknya yang lagi di karantina mandiri.

“Kami cuman bertanya, dimana virus Corona itu ada dan orang tua kami kena, kalau toh anaknya yang satu rumah membawanya tapi kan dia negatif, artinya virus itu tidak masuk dalam lingkungan rumah,” tegasnya.

Selaku anaknya, dia menerima semua apa yang ingin di lakukan oleh almarhum orangtuanya saat meninggal dengan pemakaman protokol kesehatan, karea kami sekeluarga punya itikad baik yang tidak ingin terjadi sesuatu yang tidakan yang buruk. T

“Tapi tolong, kami butuh penjelasan kanapa orang tua kami di katakan positif, kan aneh,” terangnya.

Pihak keluarga Almarahum akan melakukan tahlilan (taksiah) dikediaman anaknya.

“Sekarang kami ingin melakukan tahlilan (taksiah) untuk orang tua kami agar banyak orang datang untuk mendoakannya. Tapi kami merasa ragu untuk melakukannya, karena berita sudah terlanjur tersebar. Kalau orang tua kami itu positif dan pasti orang orang akan merasa ragu untuk datang, walaupun mereka ingin sekali datang di rumah almarhum untuk mendoakan bersama sama, karena mereka menganggap di rumah tersebut pasti masih ada virus Corona. Semoga ini pahami bersama,” harapnya. (*)

Editor : Redaksi

Leave a Reply