Keripik Pelpi Buatan 3 Mahasiwi Cantik UMB di Apresiasi Wabup Tomy Satria

BULUKUMBA,INFOTANEWS.COM – Harapan Mahasiswi cantik Universitas Muhammadiyah Bulukumba (UMB), Mutiara, Khusnul Hatima, dan Nursyamsi penggagas Keripik Pelpi (pelepah pisang) untuk menemui Wakil Bupati Bulukumba Tomy Satria Yulianto, akhirnya terwujud, Rabu (10/2/2021).

Suatu kebanggaan bagi Mutiara Cs, pasalnya, ketiga mahasiswi ini didampingi Rektor UMB Drs. Jumase Basra, Wakil Rektor 1 UMB, Asdar S.Pd, M.Pd, Wakil Rektor 2 Yuli Artati, SE,M.M, untuk menemui Wabup Tomy Satria.

Kedatangan mereka, untuk silaturrahim sekaligus memperkenalkan produk keripik pelepah pisang buatan mahasiswi UMB yang beberapa hari terakhir menjadi viral di media sosial.

Mengawali perkenalan produk keripik Pelpi, terlebih dahulu Rektor UMB, Drs. Jumase Basra, memperkenalkan kampus UMB yang saat ini menjadi kampus favorit di Kabupaten Bulukumba. Apalagi saat ini panitia penerimaan mahasiswa baru UMB telah dibuka.

Kemudian, Rektor UMB memperkenalkan produk keripik Pelpi buatan mahasiswi UMB kepada Wakil Bupati.

Wakil Bupati Tomy Satria Yulianto, menyampaikan apresiasi atas usaha dan ide kreatif mahasiswi yang telah berhasil membuat produk keripik pelepah pisang yang tentunya sangat langka dibuat apalagi di konsumsi.

Tomy juga mendukung langkah UMB, untuk melabeling aspek sertifikasi halal, BPOM dan lainnya untuk meningkatkan produk ini agar lebih berkualitas, supaya bisa di rekomendasikan juga ke mini market.

“Kita sekarang punya komunitas Sabtu Keren (kuliner jualan anak muda) terpusat di Lapangan Pemuda Bulukumba Olens (donat), mereka ingin membentuk satu wadah untuk memfasilitasi pontensi terutama anak muda yang bergerak di sektor ekonomi UKM dengan produk yang ada sekarang,” kata Tomy.

Sambil mencicipi kerupuk Pelpi tersebut, Tomy mengajak Tiara, untuk mempresentasikan hasil inovasi kerupuk Pelpi buatannya.

Menurut, Tiara, ide kreatif pembuatan keripik Pelpi hanya iseng-iseng ia buat bersama dua orang temannya sebagai tugas kewirausahaannya yang diberikan oleh dosennya, Yuliartati, Dosen Kewirausahaan Universitas Muhammadiyah Bulukumba.

“Alhamdulillah, produk keripik Pelpi kami sudah diterima di masyarakat. Dari produksi pertama 50 bungkus, semuanya habis terjual. Ada orang Kalimantan mau pesan banyak, tapi sudah habis. Selain itu, salah seorang pengusaha di Makassar mau pesan juga buat jual di pusat ole-ole di Makassar tapi sudah habis,” ungkap Tiara.

Tiara, mengurai, tidak semua pelepah pisang bisa di buat jadi bahan keripik, hanya pisang kepok. Tiara mengaku, sudah mencoba beberapa pelepah pisang, tapi rasanya pahit.

“Cara membuatanya juga harus di cuci berkali kali, kami mencucinya 12 sampai 15 kali supaya getahnya hilang. Begitupun cara menggorengnya, harus dengan api sedang. Alhamdulillah, hasil percobaan keripik Pelpi berhasil kami lakukan, dan sudah ada nilai jualnya. Sesuai saran, apresiasi, support dari bapak Wakil Bupati Bulukumba, kami akan uji lab produk ini dan akan mengurus sertifikasi halal dan BPOM nya bersama dengan bapak Rektor UMB,” ungkap Tiara, Mahasiswi Fakultas Bahasa Indonesia ini.

Rektor UMB, Drs Jumase Basra, juga memperkenalkan beberapa produk buatan mahasiswa dari Fakultas Kimia, yakni, kripik kulit kakao buatan Fitri Yulianti dan Putri Ramadhani, Selai Ubi Ungu buatan Mutmainnah dan Marsanda, serta Selai Pepaya buatan Musdalifah, Ainun Musfirah dan Sri Sumiarti.

Sementara itu, Wakil Rektor 1, Asdar, S.Pd, M.Pd, mengaku, produk keripik pisang buatan mahasiswa ini rekomended dan layak untuk konsumsi. Dia juga berharap mudah-mudahan produk ini lebih di tingkatkan lagi, lebih inovatif, mencari hal-hal baru, atau paling tidak ekonomi kreatif.

“Saya sudah coba kerepik Pelpi ini, soal rasa tidak kalah dengan keripik yang pernah saya makan. Rasanya memang nikmat, enak, kriuk-kriuk, kemasannya luar biasa. Saya juga berharap produk ini ditingkatkan ke BPOM nya, yang kedua bisa di urus kehalalannya ke MUI. Yang luar biasanya dimulai dari kampus, terus berkarya,” jelas Asdar. (*)

Editor : Redaksi

Leave a Reply