Komite PPI RSUD Bulukumba Gelar Rapat Deseminasi Triwulan I Tahun 2021

BULUKUMBA,INFOTANEWS.COM – Komite Pencegahan Dan Pengendalian Infeksi (PPI) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) H. Andi Sulthan Daeng Radja Bulukumba, Sulawesi Selatan. Menggelar rapat desemilasi triwulan I tahun 2021 juga dirangkaikan dengan pemaparan monev covid – 19, bertempat di aula pertemuan lantai 3 gedung IGD RSUD Bulukumba, Rabu 4 Mei 2021.

Acara yang dibuka oleh Direktur RSUD Bulukumba itu diikuti oleh unsur manajemen rumah sakit, para kepala ruangan dan anggota komite PPI.

Dalam sambutannya, dr. H. Risal Ridwan Dappi, Sp.OG (K).,M.Kes, menyampaikan terima kasih kepada seluruh peserta rapat deseminasi. Dikatakannya, bahwa pertemuan ini sangat penting untuk kita ikuti bersama sebab rumah sakit sangat erat kaitannya dengan PPI.

“Dari hasil pertemuan inilah, manajemen dapat mengambil sebuah kebijakan terkait apa saja yang akan dilakukan kedepannya dalam hal pencegahan infeksi di rumah sakit,” kata Direktur RSUD Bulukumba, dr. H. Risal Ridwan Dappi,Sp.OG (K).,M.Kes.

Selain itu, dr. Risal juga menyinggung terkait akreditasi rumah sakit, dimana dirinya mengharapkan kepada seluruh pegawai untuk tetap semangat dalam memenuhi dan melengkapi kekurangan yang ada di masing – masing Pokja.

“Walau jadwal untuk Survei Akreditasi belum keluar, namun ini kita jadikan sebagai peluang untuk melengkapi kekurangan yang ada. Sehingga nantinya jika survei akreditasi dilakukan, kita sudah siap secara keseluruhan,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Komite Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI) RSUD Bulukimba, Dr. Hj. Ariani Said Culla, juga memyampaikan bahwa kegiatan hari ini bukan hanya sekedar evaluasi namun komite PPI mencoba menawarkan dan memperlihatkan kepada semua pegawai terkait hasil dari apa saja yang telah dilakukan oleh komite PPI terutama situasi di ruangan-ruangan perawatan.

“Komite PPI berharap laporan ini bukan hanya sekedar untuk diketahui, namun dapat menjadi perencanaan untuk kebijakan selanjutnya,” harap dr. Ani.

Tentunya Bagaimana peningkatan mutu pelayanan di rumah sakit yang bukan hanya mementinkan kuantitas melainkan juga kualitas layanannya.

Dr. Ani juga menyampaikan, bahwa laporan pada deseminasi tahap I tahun 2021 ini dikemas berbeda dari laporan sebelumnya atau tahun – tahun sebelumnya. Dimana PPI bukan hanya sekedar mengevaluasi kemungkinan terjadinya infeksi, namun juga meliputi kondisi fisik sarana yang ada.

“Seperti tempat sampah infeksius dan non infeksius, ketersediaan sarana cuci tangan, tempat-tempat handzanitizer dan lain-lain,” bebernya.

Dirinya sangat mengakui, bahwa Program – program PPI sangat ditentukan oleh kerja sama semua pihak yang ada di rumah sakit. Olehnya itu dukungan dari manajemen serta pihak terkait sangatlah diharapkan. (*)

Editor : Redaksi

Leave a Reply